Jalani Saja
Tatkala rasa berubah ragu yang kemudian terus kulawan. Ketidak tahuan dan kebuntuan. Kesalahan demi kesalahan , pertanyaan demi pertanyaan , kemudian percobaan demi percobaan dan perbaikan demi perbaikan.
Kunamakan itu lubang yang harus ditutup , dijahit dengan rapi hingga tak nampak itu tambal dan sulam.
Bergerigi , berputar dan terus berputar namun harus kubungkus dengan menyimak, memahami dan menyimpan segala bentuk istilah dan teori yang menyulut pertanyaan bertajuk "Apa itu?".
Pada akhirnya semua juga akan selesai, dan berkelanjutan dengan penyelesaian berikutnya.
Teruslah berkarya ... Wahai diriku... algoritma tak pernah berubah , hanya bahasa yang berubah menjadi lebih pendek dan semakin kecil.
Secepat apapun teknologi, semua hanyalah segelintir baris perintah yang memiliki pola dan aturan sebagaimana alam semesta dan isinya yang selalu memiliki pola dan aturan yang sempurna sesempurna yang menciptakanya.
Semangat wahai diriku... Tak apa jika kau masih memiliki kebiasaan yang beda itu... Karena kau adalah bagian dari pola dan siklus alam semesta..
Teruslah berkarya sebagaimana kau bisa...
Mati meninggalkan belang atau mati meninggalkan gading... Itu jauh lebih baik ketimbang hidup sebagai penjahat perang atau bunuh diri akibat depresi karena salah memilih sudut pandang atau mungkin terlalu lama larut dalam kesedihan akibat komentar pedas netizen...

Comments
Post a Comment